"Arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dan fiskal. Mungkin intinya itu dari saya," kata dia.
Adapun soal reformasi bursa, ini tak terlepas dari laporan MSC yang Imenyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sentimen ini muncul kendati terdapat perbaikan minor pada data free float dari BEI.
Menurut MSCI, persoalan mendasar menyoal keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham. Sejalan itu, MSCI menyoroti potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.
Atas dasar itu, MSCI menganggap perlu adanya informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan demi mendukung penilaian free float.
Akibatnya, IHSG terkena trading halt secara beruntun. Seperti pada Kamis pagi, yang membukukan perdagangan IHSG anjlok 8 persen.