Dia merinci, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun yang belum digunakan sama sekali. Selain ditempatkan di BI sebagai simpanan, sebesar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.
"Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter," kata dia.
Purbaya menyebut, langkah menyimpan dana di perbankan juga merupakan bagian dari upaya mendorong perekonomian, karena bunga simpanannya dapat digunakan untuk membiayai program pemerintah.
Langkah yang ditempuh pemerintah dalam menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, kata Purbaya, mendapat pujian dari investor saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan lalu.
"Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi," ujarnya.