Psikolog UGM Soroti Polemik Wisuda Anak Sekolah, Ini Katanya

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi wisuda sekolah (freepik)

JAKARTA, iNews.id - Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) buka suara terkait polemik wisuda anak sekolah dari TK-SMA. Lantas, bagaimana responsnya? Ini penjelasannya.

Menurut Pengamat Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan, T. Novi Poespita Candra pada dasarnya acara wisuda yang dilaksanakan mulai dari TK sampai dengan SMA ini bermula dari adanya fenomena yang banyak terjadi saat ini. Dulu, istilah wisuda hanya digunakan oleh jenjang perguruan tinggi.

Namun, seiring berjalannya waktu wisuda dilakukan oleh semua jenjang pendidikan. Hal ini pun akhirnya memengaruhi banyak hal, terlebih finansial.

“Kalau dulu TK sampai SMA namaya pelepasan atau perpisahan ke jenjang selanjutnya, tapi belakangan ini semua menyebutnya wisuda. Jadi persoalan adalah ketika wisuda yang dilakukan oleh jenjang-jenjang di bawah perguruan tinggi ini terlalu berlebihan bahkan memengaruhi material,” tutur dia dikutip Jumat (30/6/2023).

Lebih lanjut Novi menyebutkan bahwa di luar negeri, istilah wisuda (graduation) dipakai di semua jenjang pendidikan. Hanya saja, terdapat perbedaan besar dalam pelaksanaan wisuda di Indonesia dan luar negeri. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hadiri Wisuda Anak, Tria The Changcuters Bikin Kejutan Manggung Nyanyi Rock n Roll

57 tahun lalu

Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka

57 tahun lalu

Momen Langka! Azriel, Anang dan Ashanty Wisuda Bareng di Universitas Airlangga

57 tahun lalu

Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal