Psikiater: Masyarakat Indonesia Miliki Masalah Psikologi akibat Covid-19

Kiswondari Pawiro
ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: istimewa)

"Trauma psikologis ada anggota keluarga yang sakit, dia sendiri terpapar, dia trauma, enggak mau membatasi diri, enggak keluar rumah, enggak mau bergaul. Trauma karena terpapar atau ada anggota keluarga yang meninggal karena Covid itu 77 persen. Dari 67 persen depresi 49 persennya berpikir tentang kematian," ujarnya.

Meski baru sedikit data yang terkumpul, Noriyu mengungkapkan, 2/3 responden terungkap mengalami masalah psikologi. Jadi, kalau diambil data lebih besar mungkin akan lebih banyak lagi yang berisiko orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Jika ODMK ditangani segera, mereka tidak sampai menjadi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Jadi melakukan konsultasi, di antaranya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempunyai aplikasi Sehatpedia, 110 lebih psikiater berkumpul di sana melakukan konsultasi psikologis secara gratis. Nah itu harapannya dengan bisa melakukan konsultasi dengan mereka, tidak menjadi ODGJ," katanya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

Dewi Perssik Blak-blakan Sulit Mengenal Diri Sendiri

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Dewi Perssik Kuliah Psikologi, Berharap Trauma Sembuh dan Nikah Tak Gagal Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal