"Termasuk dari keluarga besar korps baret merah pun ada juga yang tidak terima, nah kami juga mohon maaf sekali lagi, tapi kami yakinkan kami akan langsungkan perbaikan," tutur dia.
Hercules merupakan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Dirinya menjabat sebagai ketua umum.
Dia tercatat sempat membantu operasi militer di Timor Timur pada 1970-an. Dikutip dari New Mandala, dia menjadi yatim piatu setelah orang tuanya tewas dalam serangan udara di Ainaro pada 1978.
Hercules kemudian bertugas sebagai kurir peralatan untuk membantu TNI dalam operasi militer itu. Dia bahkan kehilangan satu mata dan tangan dalam baku tembak dengan Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor Timur atau Falintil.
Dia bersama rekannya sesama pemuda Timor Timur tiba di Jakarta pada akhir 1980. Semula, dia diberi pekerjaan untuk membuat suku cadang listrik.