Prof Komarudin Dorong UNJ Jadi PTN-BH: Tegas Tolak Komersialisasi Pendidikan 

Puti Aini Yasmin
Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Komarudin (Dok. UNJ)

JAKARTA, iNews.id - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Komarudin mendorong kampusnya untuk menjadi PTN-BH. Ia pun dengan tegas menolak komersialisasi pendidikan yang sering dikaitkan dengan status tersebut.

PTN BH adalah status yang disandang perguruan tinggi dengan status badan hukum otonom. Sederhananya, perguruan tinggi bisa mengelola perguruan tingginya sendiri.

"Jadi PTN-BH sering kali dikaitkan dengan komersialisasi pendidikan, untuk itu saya sendiri menegaskan penolakan terhadap praktik komersialisasi pendidikan. Sebab layanan Pendidikan tidak boleh komersial karena memiliki fungsi luhur untuk tingkatkan pendidikan bangsa," ujar dia dikutip Rabu (5/7/2023).

Oleh karena itu, kata pria yang terpilih kembali menjadi calon Rektor UNJ periode 2023 - 2027 ini pihaknya akan memaksimalkan pilar akselerasi UNJ Bereputasi Dunia, yang terdiri atas tujuh, yakni (1) Penguatan Core Competency dan Kualitas Pendidikan Bertaraf Internasional; (2) Luaran Penelitian & P2M yang berdampak bagi masyarakat, DUDI, Negara, dan Dunia; (3) Penguatan Publikasi, Sitasi, Sumber Informasi, dan Publisitas; (4) Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Universitas; (5) Penguatan SDM dan Kepakaran; (6) Optimalisasi Aset, dan Penguatan Infrastruktur Sistem Teknologi Informasi untuk Income Generating; dan (7) Penguatan Peran Alumni dan Jejaring Kerja Sama Nasional dan Internasional.

"Maka untuk itu nantinya saat PTN-BH, kampus tidak boleh mengandalkan mahasiswa untuk pendapatan. Hal itu yang ditakutkan oleh khalayak. Terkait kesiapan finansial, potensi berbagai aset yang dimiliki oleh UNJ akan dimaksimalkan sesuai dengan pilar ke 6, yaitu “Optimalisasi Aset, dan Penguatan Infrastruktur Sistem Teknologi Informasi untuk Income Generating”, tuturnya.

Menurut Komarudin, ketujuh pilar tersebut memiliki program kerja yang masing-masing didasarkan untuk menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan menanggulangi persoalan '3 dosa besar pendidikan' yang dikampanyekan Mendikbudristek Nadiem Makarim, yakni Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleran.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Sains
20 hari lalu

AI Jadi Senjata Melacak Joki Ujian UTBK SNBT, Begini Caranya!

Nasional
20 hari lalu

Joki UTBK Siap-Siap! UNJ Gunakan AI untuk Deteksi Wajah Peserta

Nasional
27 hari lalu

Dosen UNJ Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polisi terkait Pernyataan Prabowo-Gibran Beban Bangsa

Nasional
9 bulan lalu

Sekjen Perindo AYP Ajak Mahasiswa Bekali Diri dengan Konsep, Kompetensi dan Koneksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal