“Atas perintah Bapak kami terima kasih sekali diberi kepercayaan, 66 rumah sakit termasuk di sini dibangun agar bisa melayani sakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak. Lima penyebab kematian utama agar semuanya dilayani di sini dan selesai di sini,” ujar Menkes.
Menkes juga memberikan apresiasi terhadap kualitas bangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui yang telah diselesaikan oleh PTPP. “Rumah sakit ini kualitasnya bagus karena dibangun oleh Danantara, melalui PTPP,” ucap Menkes.
PTPP menyelesaikan pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui melalui skema design and build dengan nilai kontrak sebesar Rp152,99 miliar. Proyek yang dilaksanakan selama 290 hari kalender tersebut berhasil diselesaikan dengan capaian progres 100 persen sesuai target yang telah ditetapkan. Pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan kapasitas layanan kesehatan nasional.
Dalam pelaksanaannya, PTPP menerapkan berbagai inovasi konstruksi untuk menjawab tantangan lokasi proyek yang relatif jauh dari pusat distribusi material. Penggunaan carmix dan batch pump membantu memastikan ketersediaan beton secara efisien di lapangan, sementara teknologi hollow core slab (HCS) digunakan untuk mempercepat proses konstruksi tanpa mengurangi kualitas dan mutu bangunan.
Kehadiran RSUD KH Muhammad Thohir Krui diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih berkualitas. Selain memperkuat layanan kesehatan di Pesisir Barat, rumah sakit ini juga diproyeksikan menjadi pusat pelayanan kesehatan untuk penanganan penyakit prioritas sekaligus mendukung pengembangan tenaga kesehatan di daerah.