"Kalau anak-anak kita pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah. Tetapi kalau anak kita stunting, gizinya nggak baik, nutrisinya nggak tercukupi maka nanti bersaing dengan negara-negara lain akan kesulitan," tutur Jokowi.
Selain kepada keluarga, Presiden juga meminta para kepala daerah, bupati, dan walikota untuk menggerakkan penanaman lahan pekarangan dengan tanaman pangan.
Untuk menurunkan prevalensi stunting, menurut Jokowi perlu kerja keras dan kerja bersama antara masyarakat dengan pemerintah.
"Karena itu untuk menurunkan stunting, kita betul-betul harus bekerja keras untuk menurunkan prosentasenya. Tahun 2024 harus turun 14 persen. Setuju?" ucapnya.
Para peserta peringatan Harganas pun menyetujuinya.
Selain memanfaatkan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga, di awal sambutannya, Presiden Joko Widodo menyebutkan adanya krisis pangan dan krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina.