“Kita mengetahui sejarah bahwa pada saat itu Bung Karno jarang naik kuda. Tetapi karena beliau sadar peran beliau sebagai panglima tertinggi akhirnya beliau hanya latihan tiga hari dan kemudian bersedia menjadi inspektur upacara di atas kuda,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra ini pun merasa bangga adanya patung Bung Karno tersebut di Kantor Kemenhan.
“Karena itulah Kemenhan merasa bangga untuk membuat patung dimana panglima tertinggi kita pertama di atas kuda,” katanya.