“Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” katanya.
Selain itu, pemerintah melihat adanya keuntungan konkret dari perjanjian ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis Indonesia, termasuk kopi dan minyak sawit, mendapatkan tarif nol persen.
“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” kata dia.
Menanggapi kemungkinan Indonesia mengikuti langkah Malaysia yang membatalkan perjanjian dagang dengan AS, Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap bersikap rasional dan berorientasi pada keuntungan nasional.
“Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” kata Prabowo.