Prabowo mengatakan masyarakat rentan umumnya memiliki penghasilan yang tidak hanya rendah, tetapi juga tidak menentu. Kondisi tersebut memaksa mereka berutang untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan atau pengobatan anak.
Namun, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat memilih meminjam uang kepada lintah darat dengan bunga yang mencekik. Kondisi tersebut, ujar Prabowo, justru semakin memperburuk kesejahteraan mereka.
Di saat bersamaan, dia juga menyoroti ketidakadilan struktural. Pelaku usaha dapat memperoleh restrukturisasi maupun penghapusan utang dari lembaga perbankan, sementara masyarakat kecil tidak memiliki akses yang sama.
Melihat kondisi tersebut, Prabowo mengaku tidak bisa tinggal diam. Menurutnya, masyarakat rentan juga berhak memperoleh akses pembiayaan yang murah, dan koperasi simpan pinjam dapat menjadi salah satu solusinya.
"Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," ucap dia.