“Dengan kita mengkonversi dari PLTD diesel ke PLTS, itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita, dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pembagian motor dan mobil listrik,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga ingin mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil. Selama ini program konversi motor bensin menjadi motor listrik sudah berjalan dengan skala sekitar 200.000 unit per tahun.
Namun pemerintah menilai biaya teknologi konversi kini semakin murah sehingga program tersebut berpotensi diperluas.
“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil.
Meski demikian, skema bantuan atau subsidi masih akan dibahas oleh satgas yang baru dibentuk.
“Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencananya lebih-lebih betul-betul presisi,” ujarnya.