Prabowo bakal Hadiri Rapat Dewan Perdamaian Bentukan Trump di AS, PDIP Wanti-Wanti Hal Ini

Felldy Aslya Utama
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mewanti-wanti Presiden Prabowo yang akan hadiri rapat Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Trump. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/2/2026). Merespons hal ini, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengingatkan agar Prabowo menjalankan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif.

"Ya kami mengharapkan agar Presiden Prabowo terus melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif," kata Hasto di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Tak hanya itu, PDIP juga berharap Prabowo menggunakan momentum dari kekuatan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika serta Amerika Latin yang pernah digalang oleh Indonesia. Menurutnya, itu sebagai kekuatan yang efektif di dalam mengupayakan perdamaian abadi di Timur Tengah.

"Karena prinsip-prinsip politik bebas aktif itu, itu bertujuan untuk membangun persaudaraan dunia. Agar dunia bebas dari berbagai bentuk penjajahan," ujarnya.

Ia menilai sistem internasional yang anarkis harus diubah, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sayangnya, PBB saat ini seringkali tidak efektif karena adanya hak veto.

"Jadi kami mengharapkan justru Indonesia menjadi leader-nya, mengambil suatu prakarsa-prakarsa aktif berdasarkan aspek-aspek historis yang telah dicapai oleh Indonesia," tuturnya.

"Dasasila Bandung misalnya, itu bisa menjadi hukum internasional yang diperjuangkan oleh Indonesia sebagai prinsip-prinsip pokok di dalam membangun perdamaian antara Palestina dan Israel," kata Hasto.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Akan Terbitkan Uang Kertas Pecahan USD250, Rayakan Kemerdekaan ke-250

57 tahun lalu

PDIP Luncurkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Wajib Diputar Setiap Acara Partai

57 tahun lalu

PDIP soal Rencana Jokowi Keliling Indonesia: Silakan, Tunjukkan Aja Ijazahnya

57 tahun lalu

Iran Tegaskan Tak Bahas Nasib Uranium dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal