MUNICH, iNews.id - Peran Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan mengemban misi perdamaian di Jalur Gaza, di bawah kendali Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS Donald Trump, sangat penting. Namun yang perlu diingat, misi ISF tak permanen, melainkan sementara.
Perwakilan Tinggi Board of Peace Nickolay Mladenov menegaskan, ISF sangat penting untuk memastikan keamanan Gaza, namun hanya mengandalkan pasukan asing merupakan langkah keliru.
"ISF sangat penting, tetapi jauh lebih penting daripada ISF adalah Pasukan Keamanan Palestina baru yang harus dikerahkan di Gaza, yang harus mampu mengamankan wilayah tersebut dengan bantuan ISF," kata Mladenov, di Konferensi Keamanan Munich, Jerman, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/2/2026).
Dia memperingatkan, kontingen pasukan multinasional bukanlah solusi jangka panjang. Oleh karena itu Board of Peace tak boleh mengandalkan ISF sepenuhnya.
"Jika kita mengandalkan pasukan internasional, dari mana pun mereka berasal, untuk menjaga keamanan Gaza, kita melakukan pendekatan yang sangat salah, dan ini bukan pendekatan yang kita gunakan," ujarnya.
Meski berada di bawah kendali Board of Peace, ISF bekerja dengan mandat dari PBB. Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025 mengadopsi Resolusi 2803 untuk mengimplementasikan 20 poin rencana perdamaian Gaza usulan Trump yang telah disepakati oleh Israel dan Hamas sebulan sebelumnya.
Utusan khusus Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Januari lalu mengumumkan peluncuran fase kedua gencatan senjata atau rencana perdamaian Gaza. Dalam fase ini, lebih banyak pasukan Israel yang akan ditarik dari Gaza. Di saat bersamaan ISF mulai dikerahkan ke Gaza serta pembentukan struktur pemerintahan baru wilayah tersebut yang terdiri atas para teknokrat Palestina.