Menurut dia, kehadiran robot dalam peringatan ini bersifat simbolis sebagai wujud komitmen Polri terhadap transformasi digital. Semua unit masih dalam pengembangan dan belum berstatus operasional.
Namun, hal ini menjadi penanda awal menuju smart policing yang berorientasi pada keselamatan warga dan efisiensi tugas.
"Robot-robot ini dirancang untuk fungsi spesifik, humanoid berfokus pada interaksi publik dan edukasi, robodog untuk pemantauan area kompleks serta deteksi bahaya, sementara robot penjinak bom menyasar penanganan bahan peledak di lokasi berisiko," kata dia.