Bukan hanya itu, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.
Berbagai aksi bom itu diketahui merupakan ulah jaringan JAD. Ramadhan menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu.
"Mulai Oktober 2020, secara rutin mereka lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad)," ucapnya.