Polri Siapkan Penjemputan Belasan Teroris JAD asal Sulsel di Bandara Soetta
Ketika itu, Ahmad mengungkapkan, masih ada seorang tersangka teroris yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.
"Dari penindakan tersebut, Densus 88 menangkap 20 orang teroris, 17 orang diamankan, 1 orang mengalami luka tembak atas nama I (34). Sementara 2 orang meninggal," ucap Ahmad.
Menurutnya, para tersangka memberi perlawanan dengan menggunakan senjata tajam jenis barang dan senapan angin jenis PCP. Adapun dua orang tersangka yang meninggal dunia berinisial MRS (46) dan SA (23).
Dalam hal ini, jaringan terorir yang diringkus tergabung dalam JAD. Mereka telah melakukan baiat kepada khilafat atau ISIS pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho pimpinan Ustaz Basri.
Para tersangka terlibat dalam aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, FIlipina pada 2019 lalu. Menurutnya, mereka menjadi penyokong dana bagi aksi teror tersebut.