Polri: Pembakaran Fasilitas Umum di Fakfak Berkaitan dengan Manokwari

Irfan Ma'ruf
Aksi masyarakat di Fakfak Papua yang membela NKRI. (Foto: Istimewa)

Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan untuk menambah personel di Fakfak. Aparat menunggu perkembangan situasi. Aparat keamanan tidak melarang penyampaian aspirasi, namun cara menyampaikannya tidak boleh anarkis.

"Toh seluruh anak bangsa sudah menyerukan bahwa kita bersaudara," imbuhnya.

Jenderal bintang dua itu menegaskan aparat keamanan tidak dibekali peluru tajam. Mereka fokus bernegosiasi dengan masyarakat.

"Kita yakin upaya-upaya komunikasi dan pendekatan yang dikedepankan tokoh masyarakat merangkul semua masyarakat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, massa unjuk rasa di Fakfak, Papua Barat, Rabu, 21 Agustus 2019, membakar dan merusak fasilitas umum. Sejumlah kios di Pasar Fakfak dibakar dan sejumlah fasilitas umum di jalan dirusak.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Menteri HAM Natalius Pigai: 20 Orang Tewas dalam Sebulan di Papua

Nasional
5 hari lalu

Komisi Reformasi Ingin Polri Tinggalkan Gaya Militer, Jangan Hedonis

Nasional
5 hari lalu

Komisi Reformasi Ingin Ciptakan Polisi Sipil, Mahfud: Tak Militeristik, Disenangi Orang

Nasional
5 hari lalu

Polri Tetap di Bawah Presiden, Mahfud MD: Kalau di Bawah Kementerian Nanti Dipolitisir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal