Diketahui, insiden bermula saat taksi Green SM terhenti di tengah pelintasan sebidang Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulakkapal. Rangkaian KRL arah Jakarta pun menabrak taksi tersebut.
Petugas lalu memberhentikan rangkaian KRL lain yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. KRL itu berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Akan tetapi, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti dan menabrak bagian belakang KRL tersebut.
Berdasarkan data terkini, sebanyak 16 orang tewas akibat insiden tersebut. Sementara 24 korban luka masih dirawat di rumah sakit, sedangkan 76 lainnya sudah diperbolehkan pulang.