"Bapaknya dan ibunya masih di kampung, masih dalam perjalanan ke sini, karena mertuanya meninggal di kampung di Sumatra, sedang berduka juga. Dia (korban) kerja di Jakarta, tinggal di Bekasi, orang tuanya juga tinggal di Bekasi, orang tuanya ke Sumatra karena ada mertuanya meninggal," katanya.
olda Metro Jaya mencatat hingga saat ini terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan.
"Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini," ucap Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Martinus menambahkan, dari 15 jenazah, 10 di antaranya berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan, 5 orang sisanya berada di RS Kota Bekasi, di mana semuanya masih dilakukan proses identifikasi.
"Semuanya masih dilakukan proses identifikasi," kata dia.