Namun, hingga kini belum ada kepastian. Hanya saja dia sudah mengurus data KTP dan ijazah untuk diserahkan ke tim DVI RS Polri guna proses identifikasi.
"Karena dia (saudaranya) jauh di Bekasi, saya tinggal dekat sini sehingga saya diminta cek dahulu ke rumah sakit ada gak dia (korban), saya cek ke forensik katanya ke sini DVI," tuturnya.
"Masih tunggu (kabar kepastian korban), masih cek dari DVI, ada tidak. Tadi diminta KTP dan ijazah untuk sidik jari," ucap Watarisin.
Dia menambahkan, orang tuanya masih dalam perjalanan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dari Sumatera. Pasalnya, orangtuanya juga sedang berduka karena mertuanya baru saja meninggal dunia di kampungnya, Sumatra.
Menurutnya, korban sendiri bekerja di Jakarta, yang mana dia memang selalu menaiki KRL dari Bekasi ke Jakarta. Namun, pasca insiden kecelakaan KRL dengan KA Jarak Jauh di Bekasi Timur, korban tak bisa dihubungi sama sekali.