Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menjelaskan bahwa pesawat N-219 dirancang khusus untuk kondisi geografis Indonesia.
"Ini namanya N-219 kalau sebelumnya kan kita CN. Ini adalah produk anak bangsa 100 persen. Jadi N-219 benar-benar murni punya anak bangsa," ucap Gita.
Pesawat ini dinilai mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek, termasuk di area tanpa aspal. Selain itu, biaya operasional yang kompetitif serta dukungan purnajual menjadi keunggulan utama.
"Dari segi operasional ini kita rancang kompetitif," katanya.
Sementara itu, CEO PT Mitra Aviasi Perkasa, Septo Sudiro, menyampaikan bahwa pembelian ini merupakan langkah awal dalam pengembangan armada. Pesawat tersebut rencananya dioperasikan di wilayah yang membutuhkan layanan penerbangan perintis.
Keempat unit pesawat N-219 dijadwalkan diserahterimakan secara bertahap hingga 2028. Kontrak ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan industri penerbangan nasional serta mendorong penggunaan produk dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama di industri dirgantara.