Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial secara berkelanjutan melalui dialog dan edukasi.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa harmoni sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan perlu dibangun terus melalui dialog, edukasi, dan komitmen kolektif untuk menjaga ruang-ruang hidup bersama. Negara tidak boleh hanya hadir saat terjadi konflik, tetapi juga harus aktif menciptakan suasana inklusif dan aman bagi seluruh umat beragama," ucapnya.
Selly berharap tidak ada lagi peristiwa serupa di masa mendatang. "Semoga para korban, terutama anak-anak yang terluka, segera pulih baik secara fisik maupun batin. Dan semoga kejadian serupa tidak lagi terulang di tanah air yang kita cintai," tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan terhadap tempat ibadah bukan hal baru, dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mencegahnya.
"Perlu ditegaskan pula bahwa kekerasan terhadap rumah ibadah agama lain bukanlah kejadian yang pertama. Ini adalah pekerjaan rumah bersama kita sebagai bangsa. Sudah saatnya kita memperkuat kembali nilai-nilai pluralitas dan keberagaman sebagai kekayaan, bukan ancaman. Para pemimpin dan seluruh stakeholder bangsa harus mampu bersikap bijak, tidak terpancing oleh provokasi, serta bersama-sama memperkuat komitmen kebangsaan yang menjamin rasa aman dan adil bagi semua warga negara, tanpa terkecuali," pungkasnya.