Sebelumnya Belanda sudah pernah mendaratkan suatu kelompok komando yang dipimpin oleh Westerling. Ketika mengetahui kedatangan NICA para pemuda langsung membentuk TKR di Medan.
Pertempuran pertama antara pemuda dan pasukan sekutu dimulai pada tanggal 13 Oktober 1945. Di sini lah awal perjuangan bersenjata yang hingga saat ini dikenal dengan nama pertempuran Medan Area.
Konfrontasi antara para pejuang kemerdekaan dan serdadu NICA dengan cepat menyebar ke seluruh kota Medan. Karena insiden inilah pasukan pejuang kemerdekaan dan tentara NICA terjadi. Pada tanggal 18 Oktober 1945, pihak sekutu kembali mengeluarkan maklumat yang berisikan larangan terhadap rakyat untuk membawa senjata dan semua senjata yang dimiliki harus diserahkan kepada sekutu.
Pada tanggal 1 Desember 1945, AFNEI memasangkan sejumlah papan diberbagai sudir pinggiran kota Medan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Wilayah Medan). Papan-papan tersebutlah yang membuat pertempuran di Medan dan sekitarnya dikenal sebagai pertempuran Medan Area.
Kemudian sekutu dan NICA mengadakan aksi pembersihan unsur-unsur RI di seluruh kota. Para pejuang Indonesia dengan segenap perjuangannya kembali membalas aksi-aksi tersebut.