Pertama dan Satu-satunya di Indonesia, IPB Buka Prodi Magister Keamanan Pangan

Puti Aini Yasmin
IPB buka prodi magister Keamanan Pangan (Dok.IPB)

Selain itu, prodi ini juga memiliki keunikan dan keunggulan karena akan menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berfokus pada aspek keamanan pangan melalui pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa.

Topik yang Dipelajari

Deni memaparkan, topik yang akan didalami mencakup jenis bahaya keamanan pangan (mikrobiologis, kimiawi, fisik) dan kaitannya dengan kesehatan manusia; pengembangan sistem manajemen keamanan pangan berbasiskan risiko di tingkat produsen (good hygienic practices, process validation and verification, testing) maupun di tingkat negara untuk menetapkan tingkat perlindungan yang tepat atau appropriate level of protection, serta pengkajian regulasi dan peraturan keamanan berdasarkan good regulatory practices.

“Staf pengajar PSM-KPN adalah para dosen senior di IPB University dengan kepakaran keamanan pangan yang tidak hanya memiliki rekam jejak pengajaran dan penelitian keamanan pangan, tetapi juga terlibat dalam inisiasi, kolaborasi maupun regulasi keamanan pangan di tingkat nasional maupun internasional. Pengayaan materi akan melibatkan otoritas kompeten kementerian/lembaga dan industri pangan,” ucap dia.

Keunggulan lainnya adalah menyediakan aktivitas perkuliahan yang akan dilaksanakan penuh secara daring. Hal ini memungkinkan calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang instansi yang bervariasi di Indonesia dapat bergabung.

Mengenal Keamanan Pangan

Ketua Tim Pengembangan Program Studi Magister Keamanan Pangan IPB, Ratih Dewanti-Hariyadi memaparkan, menurut Undang-undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimiawi dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Bahkan, dari perspektif perdagangan dunia, pangan dari Indonesia juga masih mengalami penolakan ekspor karena mengandung bahaya fisik (filth), bahaya biologis (bakteri patogen) maupun bahaya kimiawi (logam berat, mikotoksin dan lainnya).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Profil Arif Satria, Kepala BRIN Baru Ternyata Rektor IPB

Nasional
3 bulan lalu

Riwayat Pendidikan Deddy Corbuzier, Lulusan Psikologi yang Kini Jadi Stafsus Menhan

Megapolitan
4 bulan lalu

Upacara Kedinasan Iringi Pemakaman Bima, Mahasiswa IPB yang Gugur dalam Ekspedisi Patriot

Nasional
5 bulan lalu

Roy Suryo Blak-blakan: Ijazah S2 Gibran Ternyata Setara SMK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal