Persoalan Nasionalisme Ganda, Papua Dinilai Butuh Paradigma Baru

iNews
Penulis buku Papua Road Map, Adriana Elisabeth. (Foto: Istimewa).

"Hal ini menjadikan konflik Papua salah satu jenis intra-strate conflict yang ada di dunia," ucapnya.

Menurutnya, untuk mengatasi persoalan Papua, terutama mengenai nasioanalisme ataupun akar masalah yang telah ditulis di dalam buku Papua Road Map, 2009 (marjinalisasi dan diskriminasi, masalah pembangunan, kekerasan dan pelanggaran HAM dan pro-kontra sejarah Papua), tidak ada acara yang isntan dapat dilakukan, tetapi memerlukan proses perubahan sosial yang panjang.

"Salah satu pendekatan damai yang dapat dilakukan adalah membangun negative peace, di mana tidak ada lagi konflik kekerasan, bahkan perbaikan komunikasi harus dilakukan dengan cara menghilangkan stigma terhadap orang Papua maupun terhadap Pemerintah Indonesia," ucapnya.

Selain itu, Papua memerlukan paradigma baru berbasis etnografi, proses pembangunan dengan memberikan ruang terjadinya pertukaran nilai secara baik dan tidak memaksakan sebuah perubahan.

"Yang utama adalah membangun nasionalisme Papua berbasis kesadaran dan kecintaan Papua kepada Indonesia dengan memahami pergulatan hidup orang Papua. Dengan demikian, nasionalisme ganda Papua mungkin tidak akan menjadi isu lagi," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ratusan Pelajar Ditempa di Garuda Youth Camp 2026, Fokus Pembekalan Wawasan Kebangsaan hingga Karakter

57 tahun lalu

Gus Yahya Ungkap Strategi NU Naik Kelas Hadapi Tantangan Global

57 tahun lalu

Profil Avishkar Raut, Si Gen Z Jai Nepal yang Pidatonya Kontroversial!

57 tahun lalu

Warga Tionghoa di Bandung Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Bangun Semangat Nasionalisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal