“Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, penerapan pola prasmanan diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste. Hal ini karena siswa dapat mengambil porsi sesuai kebutuhan masing-masing.
Ke depan, hasil uji coba tersebut akan dievaluasi guna menentukan efektivitas sistem prasmanan dibandingkan dengan pola penyajian MBG yang selama ini digunakan.