Jumlah menteri perempuan di era kepemimpinan Jokowi periode pertama menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah Indonesia. Jokowi sebelumnya pernah mengungkapkan alasannya menunjuk sembilan perempuan dalam Kabinet Kerja yang dipimpinnya karena meyakini kehebatan perempuan.
"Karena saya yakin kehebatan perempuan, saya juga meyakini ketelitian, ketangguhan dan kesiapan dalam bekerja," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Kongres XX Tahun 2018 Wanita Katolik Indonesia (WKRI), di Jakarta Pusat, Selasa, 30 Oktober 2018.
Namun, jumlah menteri perempuan di periode kedua kepemimpinan Jokowi pada 2019-2024 berkurang. Dari 34 menteri Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan pada 23 Oktober 2019, hanya lima perempuan yakni, Menteri Luar Negeri Retno L P Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani.
Selanjutnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang mundur 30 September 2024 karena jadi anggota DPR. Kemudian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati/Bintang Puspayoga.
Sementara di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama 2004-2009 bersama Wapres Jusuf Kalla, ada empat menteri perempuan dari 34 menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Para menteri perempuan tersebut, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Kesehatan Fadilah Supari dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono.