Syahrial akhirnya mengaku setelah diinterogasi selama 13 jam nonstop.
“Awalnya pelaku banyak berbohong. Tapi dalam interogasi, muncul banyak kejanggalan. Saat kami cecar dengan pertanyaan, dia tidak bisa lagi mengelak,” kata Yasin.
Pelaku berdalih motif aksinya karena ingin membayar biaya sekolah anaknya, namun polisi masih menyelidiki lebih dalam.
“Pengakuannya spontan, karena desakan ekonomi. Tapi kami tidak langsung percaya. Apalagi pelaku juga diketahui sebagai pengguna narkoba,” katanya.
Hubungan antara korban dan pelaku sangat dekat. Guslina bahkan membesarkan Syahrial sejak kecil.
“Korban sangat kecewa. Pelaku itu keponakan yang sudah dianggap seperti anak kandung,” ucap Yasin.