Dia menjelaskan, sidang tersebut dimanfaatkan Presiden untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program prioritas sekaligus memberikan arahan percepatan penyelesaian target pemerintah pada semester kedua.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan berbagai capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan memimpin. Dia mengatakan, perubahan tata letak kursi dalam sidang terjadi karena kebutuhan teknis penyampaian materi.
Menurutnya, Prabowo menggunakan teleprompter untuk memaparkan banyak program yang didukung data sehingga posisi duduk disesuaikan, dengan Presiden berada di tengah ruangan. Dia menegaskan, perubahan layout tersebut semata-mata karena faktor teknis dan tidak memiliki makna lain.
Prasetyo juga kembali menegaskan bahwa tidak ada kaitannya dengan anggapan bahwa posisi Presiden dan Wapres tidak setara. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah saat ini dalam posisi kompak-kompaknya.
“Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara,” ujar Prasetyo.
“Dan tentu kita menyadari masih banyak juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan dihadapi oleh bangsa kita. Jadi tidak ada sama sekali,” tuturnya.