Penjelasan Bos Agrinas soal Impor 105.000 Unit Pikap dari India, Singgung Harga hingga Stok

Rohman Wibowo
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto: Tangkapan Layar/Ist)

Di sisi lain, Joao ingin mendiversifikasi pasar dalam pembelian kendaraan pikap dan truk. Dia mengatakan, tidak bisa selamanya bergantung pada produk arus utama. Mengenai kualitas, dia menyebut pengguna yang akan menilai. 

Dia pun mengklaim sudah mempertimbangkan pembelian kendaraan yang diproduksi dalam negeri dan sebagian pengadaan sudah dibeli dari pabrikan otomotif yang tersedia di Indonesia. Namun, ketersediaan kendaraan jenama arus utama menjadi isu. 

"Semua produk dalam negeri, kami sudah beli semua untuk truk produk roda enam habis sudah tidak ada lagi. Coba sekarang beli Kino pikap atau Mitsubishi Canter, itu udah tidak ada. Nunggu (ketersediaan) produknya paling satu tahun baru bisa," ucap Joao.

Joao juga memastikan keputusan membeli kendaraan impor dari India sudah diketahui pihak pemerintah pusat, tak terkecuali Danantara, yang memberikan anggaran pengadaan.

Sebagai informasi, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik program tersebut.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indonesia Bisa Produksi Lebih dari 400.000 Pikap per Tahun, Kenapa Malah Impor?

57 tahun lalu

Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif

57 tahun lalu

Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India

57 tahun lalu

Indonesia Borong 105.000 Pikap India untuk Operasional Kopdes Merah Putih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal