Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Bisa Produksi Lebih dari 400.000 Pikap per Tahun, Kenapa Malah Impor?
Advertisement . Scroll to see content

Penjelasan Bos Agrinas soal Impor 105.000 Unit Pikap dari India, Singgung Harga hingga Stok

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:18:00 WIB
Penjelasan Bos Agrinas soal Impor 105.000 Unit Pikap dari India, Singgung Harga hingga Stok
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto: Tangkapan Layar/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota membeberkan alasan impor 105.000 unit pikap 4x4 dan kendaraan niaga asal India senilai Rp24,66 triliun. Pengadaan kendaraan tersebut untuk operasional logistik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dipengaruhi faktor harga, kualitas dan ketersediaan produk serupa di dalam negeri. 

Joao menjelaskan, dari sisi harga, kendaraan impor asal India dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga yang dipatok pabrikan lain. Selain itu, produk yang lebih murah diklaim memiliki kualitas setara. 

"Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus," ucap Joao dalam keterangannya kepada awak media dikutip, Minggu (22/2/2026). 

Masih soal harga, Joao mengatakan Agrinas mesti menyiasati ketersediaan dana dari program Kopdes Merah Putih yang memiliki keterbatasan. Pembelian kendaraan impor dari India dianggap sesuai dengan kemampuan finansial program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang digadang-gadang menjadi ceruk baru ekonomi lokal ini.

"Kalau saya tidak pintar-pintar cari harga yang bagus, barang bagus, ya duitnya tidak cukup. Tapi dengan seperti ini (impor dari India), kan Indonesia dapet barang bagus, kualitas bagus, harganya sangat bagus sehingga kami bisa manfaatkan ini untuk kepentingan rakyat untuk memotong distribusi yang selama ini menjadi beban utama dari petani," katanya.

Di sisi lain, Joao ingin mendiversifikasi pasar dalam pembelian kendaraan pikap dan truk. Dia mengatakan, tidak bisa selamanya bergantung pada produk arus utama. Mengenai kualitas, dia menyebut pengguna yang akan menilai. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut