Pengurus Musala di Jakut Berani Lapor Kasus Kotak Amal Hilang usai Didampingi LBH Perindo

Danandaya Arya Putra
Pengurus musala, Ismail berani melaporkan kasus pencurian kotak amal ke polisi usai didampingi LBH Perindo. (Foto: iNews.id/Danandaya)

Ia memperkirakan jumlah uang di dalam kotak amal mencapai Rp2,5 juta. Uang tersebut biasanya digunakan untuk operasional musala. 

“Ya itu sekitar mungkin per bulan itu sekitar Rp2,5 jutaan, kurang lebih. Karena kan kotak amal kita belum hitung juga. Itu buat operasional kayak bayar listrik, bayar air. Kan kita suka ada pengajian itu buat bayar transport ustaz-nya juga, buat kebersihan juga itu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ismail mengapresiasi pendampingan dari LBH Perindo yang membuat pengurus berani menempuh jalur hukum. Sebab para pengurus tidak enggan melaporkan lantaran akan dikenakan biaya. 

"Ya jadi kita lebih nyaman saja. Jadi kita nggak khawatir kan sesuai ya kita tahu kan itu kalau lapor ke polisi apa kan kalau nggak ada (uangnya) ya tahulah kita gosip-gosip itu gini," ucap dia. 

"Jadi ada pendampingan kita jadi yakin, kita jadi berani lah. Ngayomin kita, tadi kita sebenarnya sudah nggak mau itu juga kan sudah biarin, tapi karena ada pendampingan dari LBH Perindo jadi kita berani juga lah kita ke sana untuk menempuh laporan," sambungnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Maling Pagar Taman Kolong Flyover Kampung Melayu, Pramono: Hampir Semua JPO Sudah Dipasang CCTV

57 tahun lalu

Lawan! Syahravi Laporkan Balik Fariz RM ke Polda Metro Jaya

57 tahun lalu

Sarwendah Melawan usai Diserang Konten Fitnah, Lapor Polisi demi Masa Depan Anak-Anak

57 tahun lalu

Mengejutkan! Sarwendah Resmi Polisikan Akun Medsos Penyebar Fitnah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal