Pencopotan Dandim Kendari Dikritik, KSAD Ingatkan Aturan Persatuan Istri Prajurit TNI AD

Wildan Catra Mulia
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (15/10/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

"Sejak mereka menikah menjadi bagian dari kehidupan suaminya di TNI AD mereka sudah diikat bahwa mereka itu harus juga diri baik dalam dinas maupun pribadi," ujarnya.

Andika menjelaskan, pencopotan Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi dari jabatan Komandan Kodim 1417 Kendari karena sang istri menjabat ketua cabang persatuan istri prajurit yang memiliki banyak anak buah. Hal inilah yang dianggap tak etis karena tak sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki TNI AD.

"Jadi kita akan lihat perkembangannya kalau mereka ternyata menyadari kesalahan dan memperbaiki diri maka kita pasti akan berikan kesempatan lagi untuk karir selanjutnya dan sama peluangnya enggak ada perbedaan dengan mereka yang belum pernah mendapatkan hukum disiplin militer," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

TNI AD soal Film Pesta Babi: Kami Tak Antikritik tapi Kritik Harus sesuai Fakta Lapangan

57 tahun lalu

Prajurit Bantu Polisi Buru Begal, TNI AD: Operasi Militer Selain Perang

57 tahun lalu

TNI AD Turun ke Jalan Buru Begal, Penindakan Disebut Tetap Kewenangan Polri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal