Budi menyebut pendanaan program tersebut didukung Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan harapan pencairan dapat dilakukan sebelum bulan puasa.
Dari total 3.268 unit pada tahap awal, sebanyak 1.350 rumah dinyatakan siap diproses lebih lanjut. "Agar mereka segera bisa kembali ke rumah dan memperbaiki rumahnya dan saat puasa bisa melakukan ibadah puasanya di rumah," katanya.
Untuk mempercepat realisasi bantuan, Budi juga mengusulkan penyederhanaan mekanisme administrasi. Dia menilai proses review dokumen yang berulang kerap memperlambat pencairan dana di lapangan.
"Jadi, kita mengusulkan kalau bisa prosesnya sedikit sederhana. Jadi, reviewnya sekali, beberapa orang sekaligus duduk bareng, nanti keluar, langsung bisa dicairkan. Dengan demikian mengurangi pekerjaannya, tidak usah serial, tapi bisa dilakukan secara paralel," kata Budi.