Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Pastikan Tak Berdampak terhadap Produksi Nasional

Tangguh Yudha
Pemerintah Indonesia membuka alokasi impor beras sebesar 1.000 ton dari AS sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tarif resiprokal RI-AS. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Untuk diketahui, kesiapan Indonesia tanpa impor beras sepanjang tahun 2026 sebenarnya tercermin pada Proyeksi Neraca Pangan per 6 Januari 2026.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan total kebutuhan konsumsi beras setahun yang berada di angka 31,1 juta ton masih dapat dipenuhi dengan proyeksi produksi beras tahun ini yang diperkirakan dapat mencapai 34,76 juta ton. 

Surplus produksi terhadap konsumsi tersebut semakin kuat dengan carry over stock beras dari tahun 2025 yang menjadi stok awal di tahun 2026 di angka 12,4 juta ton.

Dengan begitu, diestimasikan stok beras secara nasional hingga akhir tahun 2026 masih dapat berada di angka 16,1 juta ton.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Pemerintah Buka Impor Jagung dari AS, Jamin Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri

Nasional
11 jam lalu

Perjanjian Dagang RI-AS Berpotensi Berubah, Tarif Produk Unggulan Diminta Tetap 0 Persen

Nasional
16 jam lalu

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo: Kita Siap Hadapi Semua Kemungkinan

Soccer
24 jam lalu

Bintang AS Roma Blak-blakan Bantah Sepakat dengan Juventus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal