Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Pastikan Tak Berdampak terhadap Produksi Nasional

Tangguh Yudha
Pemerintah Indonesia membuka alokasi impor beras sebesar 1.000 ton dari AS sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tarif resiprokal RI-AS. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia membuka alokasi impor beras sebesar 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS) meski saat ini kondisi produksi dalam negeri dalam posisi swasembada. Hal ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menerangkan, impor yang diberikan untuk beras dengan klasifikasi khusus dan tidak bersifat massal.

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," ucap Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Dia menegaskan, dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak mengimpor beras dari AS. Karena itu, komitmen impor sebesar 1.000 ton dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi nasional.

Haryo mengungkap, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Dengan demikian, alokasi impor 1.000 ton tersebut hanya sebagian kecil dari total produksi nasional.

"Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 Ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 Juta Ton tahun 2025," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
11 jam lalu

Pemerintah Buka Impor Jagung dari AS, Jamin Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri

Nasional
13 jam lalu

Perjanjian Dagang RI-AS Berpotensi Berubah, Tarif Produk Unggulan Diminta Tetap 0 Persen

Nasional
18 jam lalu

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo: Kita Siap Hadapi Semua Kemungkinan

Soccer
1 hari lalu

Bintang AS Roma Blak-blakan Bantah Sepakat dengan Juventus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal