JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk mengantisipasi lonjakan harga avtur global. Dengan begitu, harga tiket pesawat diharapkan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto anggaran tersebut terdiri atas Rp1,3 triliun per bulan selama dua bulan. Diketahui, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026 telah menyentuh angka Rp23.551 per liter.
“Agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13 persen, jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun rupiah per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini Rp2,6 triliun," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Senin (6/4/2026).
Salah satu instrumen utama dalam paket kebijakan ini adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Kebijakan ini akan berlaku selama dua bulan ke depan sambil memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, pemerintah melakukan penyesuaian pada biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Komponen ini diseragamkan menjadi 38 persen, baik untuk pesawat jenis jet maupun propeller.