Dia juga menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Adanya satgas ini bukan untuk mengomersialkan taman nasional, melainkan memprioritaskan kelestarian ekologi.
“Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo menyatakan kehadirannya untuk mendukung kabinet Prabowo dalam menjalankan tugas, salah satunya terkait pengelolaan taman nasional.
Dia mengatakan pengembangan taman nasional bukan hanya dilakukan pemerintah namun seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia,” ujar Hashim.
Berikut daftar 13 taman nasional prioritas berdasarkan kategorinya:
- Mountain Ecosystem (Bromo Tengger Semeru, Rinjani, dan Lorentz)
- Marine Ecosystem (Wakatobi dan Komodo)
- Iconic Species and High Carbon Value (Tanjung Puting, Ujung Kulon, dan Way Kambas)
- Lowland/Upland Ecosystem (Sebangau dan Gunung Leuser)
- Karst Ecosystem (Manusela)
- Community Participation and access (Mutis Timau dan Memberamo Foja)