Pegadaian Pilih Skema Kolaborasi untuk Pengembangan AI, Masih Bayar Lisensi Meta

Dwinarto
Kepala Departemen Improvement Layanan Pegadaian, Rivaldi Ligia Priambodo (kiri) saat memaparkan PT Pegadaian terus melakukan pengembangan termasuk menggunakan teknologi AI. (Foto: iNews/Dwinarto)

Meski belum merinci nilai investasi secara pasti, Rivaldi mengakui bahwa pengembangan AI membutuhkan biaya yang cukup besar, baik untuk pengembangan sistem maupun integrasi teknologi.

“Nilai investasinya memang ada, tetapi untuk detailnya kami masih perlu cek lebih lanjut,” katanya.

Dorong Efisiensi Layanan

Penggunaan AI di Pegadaian diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan, khususnya dalam menangani transaksi digital dan interaksi dengan nasabah. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses serta mengurangi potensi kendala operasional.

Namun demikian, implementasi AI juga masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas sistem digital yang berdampak langsung pada pengalaman nasabah.

Rivaldi menyebutkan, salah satu keluhan yang masih sering muncul adalah transaksi digital yang mengalami pending. Hal ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan kepercayaan nasabah terhadap layanan berbasis teknologi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Taiwan Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini yang Dilakukan!

57 tahun lalu

Pemerintah Dorong UMKM di Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital dan AI

57 tahun lalu

Iran Rilis Video AI Serangan Rudal ke Pangkalan AS, 228 Aset Militer Disebut Rusak

57 tahun lalu

Pengamanan Haji 2026 Diperketat, Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern dan AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal