"Pentingnya mencari pemimpin yang prorakyat, mau susah untuk rakyat dan mau susah dan yang mau bekerja dan mengabdi,"ucapnya.
Selain itu, pemilihan sosok pemimpin tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Terlebih untuk tingkat pendidikan menjadi syarat dalam konteks dan tidak pernah bersentuhan dengan hukum.
"Kapasistas juga harus punya termasuk dalam konteks ini kapabilitas meliputi banyak sisi sudah mewakili secara keseluruhan. Tidak boleh bersentuhan dengan hukum atau pernah dalam kesakitan hukum tidak boleh, harus clear," katanya.