‘’Hibah ini dapat mempercepat riset vaksin yang sangat dibutuhkan untuk penyakit seperti TBC, yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian akibat penyakit menular tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 820 ribu pertahun,” tutur Sri Gusni.
Sebagai informasi, Yayasan Bill dan Melinda Gates, yang selama ini dikenal sebagai organisasi filantropi terbesar dunia, memfokuskan sebagian besar hibah ini untuk mendukung penelitian dan pengambangan vaksin, terutama tuberkulosis (TBC), polio, dan malaria.
Ketiganya adalah penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Laporan WHO Global TB 2023, Indonesia berada di urutan kedua tertinggi kasus TBC di dunia, setelah India.
Oleh sebab itu, Partai Perindo yang dikenal sebagai Partai Kita ini, menekankan pentingnya akselerasi dalam pencegahan dan penanganan TBC. Termasuk, penguatan laboratorium, pengembangan vaksin, serta distribusi obat yang merata hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sri Gusni menegaskan pula, keberhasilan pemanfaatan dana hibah ini akan sangat bergantung pada sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dana sebesar ini harus benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.