Panglima TNI dan Kapolri Bertemu Ulama dan Tokoh Lintasagama Sumut

Aditya Pratama
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan silaturahmi kebangsaan dengan para ulama dan tokoh lintasagama di Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). (Foto: Istimewa)

Hadi menjelaskan, silaturahmi yang dia lakukan bersama Kapolri Tito dengan para kiai kali ini pun bertujuan menjaga keutuhan NKRI. “Kami berharap akan terus keliling Indonesia ke berbagai pondok pesantren dengan tujuan bersilaturahim untuk menjaga ukhuwah Islamiah dan keutuhan NKRI. Salahsatu langkah menjaga negara itu dengan memperbanyak silaturahmi, karena itu kita akan terus mempererat silaturahim dengan berbagai kunjungan bersama Kapolri kepada para kyai,” ujar Marsekal Hadi.

Di akhir sambutannya, dia juga meminta masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menyikapi penyebaran berita hoaks yang akhir-akhir ini sering terjadi. “Berita hoaks harus diperangi karena bisa menimbulkan gejolak di masyarakat,” ucap panglima TNI yang terkenal murah senyum itu.

Ketua Umum PB MDHW, KH Mustofa Aqil Siradj dalam ceramahnya menyampaikan, mencintai negara sama dengan menjaga keimanan. Menurut dia, mencintai negara sama halnya mencintai Rasulullah SAW. Sebab, Rasulullah SAW dalam doanya juga memohon kepada Allah SWT untuk menjaga hatinya agar mencintai Madinah dan Makkah.

Pengasuh Ponpes Khas Kempek Cirebon yang juga rois syuriah PBNU itu mengatakan, sebagai pemimpin negara dan agama, Rasulullah SAW menjamin kehidupan orang-orang Yahudi dan nonmuslim lainnya yang hidup di dalam negara yang dia pimpin. Karena itulah, mencintai negara sama artinya mencintai Rasulullah SAW.

Sementara, Sekretaris Jenderal MDHW Hery Haryanto Azumi menuturkan, silaturahmi panglima TNI dan kapolri dengan para ulama memberikan pesan yang kuat kepada publik bahwa Islam yang berakar kuat dalam masyarakat muslim Indonesia harus terus dijaga demi kejayaan NKRI. “Silaturrahmi panglima TNI dan kapolri dengan para syekh, kiai, ustaz, dan kalangan santri secara umum ini merupakan manifestasi dari integrasi antara agama dengan negara dalam bingkai NKRI dan tuntunan Pancasila,” ungkap mantan ketua umum PMII itu.

Hery mengatakan, masyarakat dunia dapat berharap kepada Indonesia, tempat di mana Islam dan nasionalisme tidak pernah dipertentangkan. “Ijtihad dan perjuangan para ulama Indonesia telah membuat harmoni dan sinergi antara berbagai elemen bangsa dari berbagai latar belakang agama dan etnis menjadi mungkin,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Raih Sertifikat IBDP, Kapolri: Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

57 tahun lalu

TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Seluruh Markas Prajurit, Warga Diajak Datang

57 tahun lalu

4 TNI Penyerang Andrie Yunus Divonis 1,5 hingga 3 Tahun, Yusril: Tak Ada Tempat bagi Aparat Pelanggar Hukum

57 tahun lalu

Kapolri Aktifkan Lagi Satgas Anti-Mafia Bola, Cegah Judi Piala Dunia 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal