Pagar Roboh saat Lomba Karapan Sapi se-Madura di Sumenep, 4 Penonton Terluka

Diwan Mohammad Zahri
Petugas mengevakuasi penonton yang terluka akibat pagar roboh saat final Karapan Sapi “Pakar Sakera” di Sumenep ke rumah sakit, Minggu (22/6/2024). (Foto: ist)

SUMENEP, iNews.id – Lomba Karapan Sapi se-Madura bertajuk "Pakar Sakera" di Lapangan Karapan Sapi Giling, Jalan Agus Salim, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep diwarnai insiden mengejutkan, Minggu (22/6/2024) sore. Saat babak final kelas sapi golongan menang sedang berlangsung, pagar pembatas sisi timur lapangan roboh dan menimpa sejumlah penonton.

Akibatnya, empat orang mengalami luka-luka. Satu orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, insiden pagar roboh dipicu banyaknya penonton yang menaiki pagar beton pembatas.

“Pagar pembatas roboh mengenai empat penonton. Sebelumnya panitia sudah memperingatkan agar pagar tidak dinaiki, namun imbauan itu tidak diindahkan,” ujar AKP Widiarti, Senin (23/6/2025).

Panitia disebut telah berulang kali mengingatkan pengunjung untuk menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.
Namun antusiasme tinggi dan padatnya kerumunan membuat sebagian penonton nekat melanggar batas aman.

Daftar Korban Luka akibat Insiden Pagar Roboh:

- Sueb (60), warga Aeng Merah, Batuputih – mengalami sesak napas dan dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
- Aldi (35), warga Batuputih Laok – mengalami sakit di bagian punggung.
- Sudahnan (55), warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding – mengalami luka robek di mata kaki kanan.
- Korban keempat – masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sumenep, identitas belum dipublikasikan.

Diketahui, Karapan Sapi merupakan tradisi budaya yang sangat digemari masyarakat Madura. Namun, insiden ini menyoroti pentingnya peningkatan pengamanan dan pengawasan teknis pada area yang rawan risiko seperti pagar pembatas penonton.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Toron, Tradisi Pulang Kampung yang Menyatukan Perantau Madura

57 tahun lalu

Punya Banyak Keunikan, Indonesia Kenalkan Tradisi dan Budaya melalui Seni Tarian

57 tahun lalu

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan: Antara Tradisi dan Ibadah

57 tahun lalu

Tradisi Lontong Cap Go Meh Sekolah Karangturi Semarang, Simbol Akulturasi Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal