Seperti diketahui, setidaknya ada 7 perusahaan yang masuk pipeline IPO Bursa Efek Indonesia di tahun 2026. Sebanyak 5 perusahaan memiliki aset skala besar diatas Rp250 miliar, 1 perusahan dengan aset skala kecil Rp50 miliar, dan 1 perusahaan dengan aset antara Rp50-250 miliar.
Sementara dari sisi sektoral, pipeline IPO 2026 akan hadir dari sektor financial sebanyak 2 perusahaan, dan dari sektor basic materials, energy, industrials, technology, serta transportation dan logistic masing-masing 1 perusahaan.
"Ini menjadi standar yang berlaku di perspektif internasional, bahwa mendorong lebih besar porsi free float itu menjadi tujuan bersama seluruh bursa di dunia, terutama bursa-bursa utama, termasuk bursa efek Indonesia," ucap Hasan.
Dia menuturkan, dengan adanya penyesuaian free float akan membuat pasar modal Indonesia lebih menarik karena adanya ketersediaan saham yang dapat dimiliki publik.
"Kita ingin menghadirkan attractiveness atau kemenarikan bursanya dengan menunjukkan adanya kecukupan ketersediaan saham yang dapat dimiliki oleh publik, melalui pemberlakuan ketentuan peningkatan besaran porsi saham free float," tuturnya.