Nadiem Sebut Banyak Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Bachtiar Rajab
Mendikbudristek Nadiem Makarim (tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meyinggung banyak bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah karena tidak adanya warisan bahasa dari orang tua. Hal itu diungkapkan Nadiem dalam acara Merdeka Belajar, bertajuk 'Revitalisasi Bahasa Daerah', Selasa (22/2/2022).

Nadiem mengatakan, banyak penutur jati atau penutur yang menggunakan bahasa ibu, tidak lagi menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-hari. Generasi berikutnya pun tidak dapat mewarisi bahasa daerah yang digunakan.

"Penutur jatinya itu tidak lagi menggunakan bahasa daerah tersebut. Dan dia tidak mewariskan bahasa daerahnya ke generasi berikutnya," ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, dengan minimnya interaksi bahasa daerah antara orang tua dan generasi penerus, maka lambat laun bahasa daerah tersebut akan punah.

"Maka akan secara otomatis akan hilang di generasi berikutnya," ucap Nadiem.

Nadiem menyebut, dalam 30 tahun terakhir ada sekitar 200 bahasa daerah yang punah di dunia. Nadiem berharap hal ini tidak terjadi di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan kepemilikan bahasa daerah terbanyak di dunia.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Nadiem Makarim Jelang Sidang Putusan 30 Juni: Saya Sangat Berharap Keputusannya Bebas

57 tahun lalu

Sidang Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Digelar 30 Juni

57 tahun lalu

Nadiem Putar Video Jokowi di Sidang, Buktikan Kebijakannya Sesuai Arahan Presiden

57 tahun lalu

Nadiem Ngaku Dilema saat Ditawari Jadi Mendikbud: Hampir Semua Kolega Sarankan Tolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal