Pada intinya, tambah Nadiem, grup ini dibuat pada Agustus 2019 saat dirinya menerima bocoran akan ditunjuk menjadi Mendikbudristek. Nadiem menjelaskan grup ini dibuat untuk mengumpulkan orang-orang yang ahli mentransformasi pendidikan.
Hal ini dilakukan Nadiem lantaran dirinya tidak mempunyai latar belakang kuat tentang pendidikan. Namun, saat itu dirinya memang memiliki kemauan untuk mengubah dunia pendidikan Indonesia.
"Jadi yang saya lakukan adalah untuk preparasi kalau benar itu kejadian akan terjadi, saya membuat grup ini dengan memprioritaskan orang-orang di berbagai ekspertis mereka sendiri yang punya kemungkinan besar punya motivasi untuk bergabung dalam tim dalam melakukan transformasi pendidikan," jelas Nadiem.
"Itu adalah konteks daripada pembuatan grup Edu Org ini yang tadi setelah itu saat saya menjadi menteri berubah namanya menjadi Mas Menteri Core Team," imbuhnya.
Diketahui, jaksa menyebut Pengadaan Chromebook serta Chrome Device Management (CDM) tahun anggaran 2020-2022 di Kemendikbudristek ini disebut telah merugikan negara dengan mencapai Rp2,1 triliun.