MPR Minta Polri Berkoordinasi dengan Imigrasi Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

Rakhmatulloh
Wakil Ketua MPR, Arsul Sani. (Foto: Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) diminta segera mencabut pasporJozeph Paul Zhang. Pencabutan tersebut terkait dugaan penistaan agama yang disampaikannya melalui Youtube.

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan, Jozeph Paul Zang dapat dijerat Pasal 28 UU ITE dan Pasal 156A KUHP yang ancaman pidananya lebih dari lima tahun. Jozeph Paul Zang juga dapat diproses red notice ke Interpol jika tidak memenuhi panggilan Polri. 

"Saya mendesak agar Polri segera melakukan langkah koordinasi dengan Ditjen Imigrasi, Kemenkumham untuk menarik atau mencabut paspor terduga pelaku tersebut yang diyakini berada di luar negeri sejak 2018," ujar Arsul di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan, penarikan atau pencabutan paspor tersebut dapat dilakukan sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2014.

"Berdasarkan Pasal 25 Permenkumham tersebut, maka jika pemegang paspor telah dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan pidana yang diancam dengan hukum paling kurang lima tahun atau statusnya dalam red-notice interpol, maka paspornya dapat ditarik oleh pejabat imigrasi yang berwenang," papar Arsul.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
21 hari lalu

AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya

1 bulan lalu

Polisi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Hanya Sampul, Bukan Milik Jemaah Haji

1 bulan lalu

Viral 129 Sampul Paspor Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di BSD, Ini Penjelasan Imigrasi

1 bulan lalu

Viral Paspor Diduga Milik Jemaah Haji Berserakan di BSD, Imigrasi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal