Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali turut meninjau latihan tersebut.
Menhan mengapresiasi profesionalisme prajurit dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi demonstrasi kekuatan nyata (show of force) yang menampilkan koordinasi antara matra laut dan udara secara masif.
"Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan teknis, tetapi juga sebagai bentuk deterrence atau daya tangkal terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara," tulis keterangan Dispenal, dikutip Sabtu (25/4/2026).