"Kita akan mulai membantu besok," ucap Purbaya saat merespons nilai kurs yang terbang ke level Rp 17.500 per dolar AS.
Menariknya, langkah pengaktifan BSF ini rencananya akan dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Keuangan menggunakan kas negara tanpa harus melalui koordinasi formal dengan BI maupun OJK dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Meski demikian, Purbaya masih merahasiakan detail teknis pelaksanaan operasi pasar tersebut agar efektivitasnya tetap terjaga.
"Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tau nanti musuh tahu," tuturnya.
Melalui intervensi di pasar obligasi, pemerintah berharap beban Bank Indonesia dalam menjaga Rupiah dapat berkurang seiring dengan kembalinya kepercayaan investor di pasar surat utang.
"Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," katanya.